Jum'at, 3 Mei 2013
Setelah melalui 2 jam perjalanan, akhirnya tiba juga di bandara LCCT (Low Cost Carrier Terminal), Kuala Lumpur. Meski kesannya (dari sisi nama) bandara ini ditujukan untuk kaum kurang berduit, namun faktanya fasilitasnya cukup mewah dan luas. Aneka pilihan cafe bisa ditemui di sini. Mulai dari Starbucks, Dunkin Donuts, hingga waralaba cepat saji MC Donalds.


Sekilas info, Low Cost Carrier Terminal (LCCT) atau budget terminal adalah bandar udara sekunder yang didesain dan disediakan khusus untuk penerbangan-penerbangan dengan biaya rendah. Bila dibandingkan dengan terminal utama, terminal ini biasanya menggunakan konsep bangunan yang sederhana (mirip gudang / warehouse) dengan fasilitas standar dan dengan pilihan restoran atau toko yang lebih sedikit.
Di dunia terdapat 8 LCCT, seperti di Singapura (Changi International Airport), Jepang (Naha International Airport dan Kansai International Airport), Perancis (Marseille Provence Airport), dan Hungaria (Budhapest International Airport). LCCT di Kuala Lumpur sendiri, yang merupakan bagian dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) merupakan yang terbesar di dunia, dengan kapasitas lebih dari 45 juta penumpang. Wow.
Sekilas info, Low Cost Carrier Terminal (LCCT) atau budget terminal adalah bandar udara sekunder yang didesain dan disediakan khusus untuk penerbangan-penerbangan dengan biaya rendah. Bila dibandingkan dengan terminal utama, terminal ini biasanya menggunakan konsep bangunan yang sederhana (mirip gudang / warehouse) dengan fasilitas standar dan dengan pilihan restoran atau toko yang lebih sedikit.
Di dunia terdapat 8 LCCT, seperti di Singapura (Changi International Airport), Jepang (Naha International Airport dan Kansai International Airport), Perancis (Marseille Provence Airport), dan Hungaria (Budhapest International Airport). LCCT di Kuala Lumpur sendiri, yang merupakan bagian dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) merupakan yang terbesar di dunia, dengan kapasitas lebih dari 45 juta penumpang. Wow.
Untuk menuju ke hotel di daerah Bukit Bintang, pilihan jatuh pada shuttle bus Star Shuttle dengan biaya 18 RM per orang, diantar sampai hotel. Harga normalnya sendiri cuma 8 ringgit dan titik pemberhentiannya hanya berjarak sekitar 500 meter dari hotel, namun karena ada beberapa orang rombongan yang membawa koper sehingga dipilih solusi yang lebih nyaman.
Penampakan bisnya ada di bawah.

0 comments:
Post a Comment