Jum'at, 3 Mei 2013
Setelah satu jam dilalui di dalam shuttle bus, akhirnya saya tiba juga di hotel tempat menyandarkan badan di malam hari hingga hari Minggu mendatang, My Hotel. Letaknya di jalan Pudu, di daerah Bukit Bintang.
Setelah satu jam dilalui di dalam shuttle bus, akhirnya saya tiba juga di hotel tempat menyandarkan badan di malam hari hingga hari Minggu mendatang, My Hotel. Letaknya di jalan Pudu, di daerah Bukit Bintang.
Karena masih belum diperbolehkan untuk check-in, akhirnya kami pun menitipkan bawaan ke hotel dan mulai petualangan di Kuala Lumpur.
Tujuan pertama adalah mengisi perut yang sudah protes minta diberi jatah. Tidak banyak pilihan di kiri kanan hotel: restoran Al-Wira Curry House (India), restoran The One (Cina), dan kopitiam Pak Hailam. Pilihan jatuh ke yang disebutkan terakhir.
Kopitiam ini letaknya di lantai 2 hotel Sky Express yang berada di sebelah My Hotel. Lucu juga sih, nginepnya dimana, makannya dimana, hehehe. Untung saja harganya tidak ikutan lucu. Cukup normal untuk ukuran resto hotel. Untuk makanan rata-rata dibandrol 10 ringgit dan minuman rata-rata 5 ringgit. Total pengeluaran untuk 3 orang adalah 46 ringgit.
Saya sendiri memilih menu Fried Noodle with Chicken Curry dan Three Layered Iced Tea. Untuk mie gorengnya sih biasa aja, tapi es tehnya mantap dimana tiga lapisan yang dimaksud di sini adalah teh, susu, dan semacam gula jawa. Recommended deh pokoknya buat dicoba.
Puas makan, destinasi berikutnya adalah Masjid Jamek karena memang waktu sudah hampir mendekati masa sholat Jum'at. Awalnya, berdasarkan peta di Google Maps, saya mengira jaraknya tidak terlalu jauh. Namun baru separuh jalan ternyata sudah kecapekan dulu, hehehe. Akhirnya iseng tanya ke orang lewat yang beratribut kopiah dan dapet informasi kalau ada masjid lain yang letaknya jauh lebih dekat, bahkan sudah terlewat, yaitu di dalam area Pudu Sentral.
Pudu Sentral sendiri adalah semacam terminal terpadu untuk berbagai layanan transportasi di Kuala Lumpur. Mulai dari bis hingga monorail. Nah, masjidnya ada di lantai 4 atau 5. Luaaaasss bangetttt. Jamaah yang hadir pun cukup banyak, mengingat keberadaan masjid di daerah ini tidak terlalu banyak. Beda jauh dengan di Indonesia dimana setiap 100-200 meter bisa kita temui masjid atau minimal musholla.
Tidak hanya jumlah masjid saja yang berbeda, ternyata prosesi pelaksanaan shalat Jum'at di sana juga berbeda. Entah apakah ini hanya berlaku di masjid yang ada di Pudu Sentral itu saja atau semua masjid di KL. Yang jelas saya sangat sangat bersyukur karena mendapatkan pengalaman religi yang baru.
Berikut ini beberapa perbedaannya.
- Pada saat khotbah, tidak diedarkan kotak amal, melainkan ada beberapa pengurus masjid yang berkeliling menerima infaq sambil membawa kantong kain. Ini hampir mirip dengan yang biasa dilakukan di gereja.
- Pada saat berdoa di akhir khotbah, khotib turut mendoakan pemimpin-pemimpin negara. Mungkin ini sebabnya pembangunan di Malaysia berjalan relatif lebih baik dibanding Indonesia?
- Segera setelah sholat Jum'at selesai, imam mengajak jama'ah untuk melaksanakan sholat hajat bersama-sama.
Saya tidak akan men-judge atau beropini apapun di sini, yang jelas, meski tidak sempat ikut sholat hajatnya karena masih bingung dan bengong dengan ajakan imam pada waktu itu, sekali lagi saya bersyukur kepada Allah SWT karena sudah memberikan pengalaman yang baru kepada saya.
Alhamdulillah ya Allah.
PS: Di Pudu Sentral gak sempat foto-foto karena terburu-buru takut terlambat sholat.
