Wednesday, May 15, 2013

05.03.2013: Kopitiam Pak Hailam dan Jum'atan di Pudu Sentral

Jum'at, 3 Mei 2013

Setelah satu jam dilalui di dalam shuttle bus, akhirnya saya tiba juga di hotel tempat menyandarkan badan di malam hari hingga hari Minggu mendatang, My Hotel. Letaknya di jalan Pudu, di daerah Bukit Bintang.
Karena masih belum diperbolehkan untuk check-in, akhirnya kami pun menitipkan bawaan ke hotel dan mulai petualangan di Kuala Lumpur.

Tujuan pertama adalah mengisi perut yang sudah protes minta diberi jatah. Tidak banyak pilihan di kiri kanan hotel: restoran Al-Wira Curry House (India), restoran The One (Cina), dan kopitiam Pak Hailam. Pilihan jatuh ke yang disebutkan terakhir.

Kopitiam ini letaknya di lantai 2 hotel Sky Express yang berada di sebelah My Hotel. Lucu juga sih, nginepnya dimana, makannya dimana, hehehe. Untung saja harganya tidak ikutan lucu. Cukup normal untuk ukuran resto hotel. Untuk makanan rata-rata dibandrol 10 ringgit dan minuman rata-rata 5 ringgit. Total pengeluaran untuk 3 orang adalah 46 ringgit.

Saya sendiri memilih menu Fried Noodle with Chicken Curry dan Three Layered Iced Tea. Untuk mie gorengnya sih biasa aja, tapi es tehnya mantap dimana tiga lapisan yang dimaksud di sini adalah teh, susu, dan semacam gula jawa. Recommended deh pokoknya buat dicoba.

Puas makan, destinasi berikutnya adalah Masjid Jamek karena memang waktu sudah hampir mendekati masa sholat Jum'at. Awalnya, berdasarkan peta di Google Maps, saya mengira jaraknya tidak terlalu jauh. Namun baru separuh jalan ternyata sudah kecapekan dulu, hehehe. Akhirnya iseng tanya ke orang lewat yang beratribut kopiah dan dapet informasi kalau ada masjid lain yang letaknya jauh lebih dekat, bahkan sudah terlewat, yaitu di dalam area Pudu Sentral.

Pudu Sentral sendiri adalah semacam terminal terpadu untuk berbagai layanan transportasi di Kuala Lumpur. Mulai dari bis hingga monorail. Nah, masjidnya ada di lantai 4 atau 5. Luaaaasss bangetttt. Jamaah yang hadir pun cukup banyak, mengingat keberadaan masjid di daerah ini tidak terlalu banyak. Beda jauh dengan di Indonesia dimana setiap 100-200 meter bisa kita temui masjid atau minimal musholla.

Tidak hanya jumlah masjid saja yang berbeda, ternyata prosesi pelaksanaan shalat Jum'at di sana juga berbeda. Entah apakah ini hanya berlaku di masjid yang ada di Pudu Sentral itu saja atau semua masjid di KL. Yang jelas saya sangat sangat bersyukur karena mendapatkan pengalaman religi yang baru.

Berikut ini beberapa perbedaannya.
  • Pada saat khotbah, tidak diedarkan kotak amal, melainkan ada beberapa pengurus masjid yang berkeliling menerima infaq sambil membawa kantong kain. Ini hampir mirip dengan yang biasa dilakukan di gereja.
  • Pada saat berdoa di akhir khotbah, khotib turut mendoakan pemimpin-pemimpin negara. Mungkin ini sebabnya pembangunan di Malaysia berjalan relatif lebih baik dibanding Indonesia?
  • Segera setelah sholat Jum'at selesai, imam mengajak jama'ah untuk melaksanakan sholat hajat bersama-sama.

Saya tidak akan men-judge atau beropini apapun di sini, yang jelas, meski tidak sempat ikut sholat hajatnya karena masih bingung dan bengong dengan ajakan imam pada waktu itu, sekali lagi saya bersyukur kepada Allah SWT karena sudah memberikan pengalaman yang baru kepada saya.

Alhamdulillah ya Allah.

PS: Di Pudu Sentral gak sempat foto-foto karena terburu-buru takut terlambat sholat.

Friday, May 3, 2013

05.03.2013: LCCT Kuala Lumpur

Jum'at, 3 Mei 2013

Setelah melalui 2 jam perjalanan, akhirnya tiba juga di bandara LCCT (Low Cost Carrier Terminal), Kuala Lumpur. Meski kesannya (dari sisi nama) bandara ini ditujukan untuk kaum kurang berduit, namun faktanya fasilitasnya cukup mewah dan luas. Aneka pilihan cafe bisa ditemui di sini. Mulai dari Starbucks, Dunkin Donuts, hingga waralaba cepat saji MC Donalds.





Sekilas info, Low Cost Carrier Terminal (LCCT) atau budget terminal adalah bandar udara sekunder yang didesain dan disediakan khusus untuk penerbangan-penerbangan dengan biaya rendah. Bila dibandingkan dengan terminal utama, terminal ini biasanya menggunakan konsep bangunan yang sederhana (mirip gudang / warehouse) dengan fasilitas standar dan dengan pilihan restoran atau toko yang lebih sedikit.

Di dunia terdapat 8 LCCT, seperti di Singapura (Changi International Airport), Jepang (Naha  International Airport dan Kansai  International Airport), Perancis (Marseille Provence Airport), dan Hungaria (Budhapest  International Airport). LCCT di Kuala Lumpur sendiri, yang merupakan bagian dari Kuala Lumpur  International Airport (KLIA) merupakan yang terbesar di dunia, dengan kapasitas lebih dari 45 juta penumpang. Wow.



Untuk menuju ke hotel di daerah Bukit Bintang, pilihan jatuh pada shuttle bus Star Shuttle dengan biaya 18 RM per orang, diantar sampai hotel. Harga normalnya sendiri cuma 8 ringgit dan titik pemberhentiannya hanya berjarak sekitar 500 meter dari hotel, namun karena ada beberapa orang rombongan yang membawa koper sehingga dipilih solusi yang lebih nyaman.

Penampakan bisnya ada di bawah.



Wednesday, May 1, 2013

Next Destination: Kuala Lumpur, Malaysia

I'm going to visit Kuala Lumpur, Malaysia, tomorrow until May, 6th. My father needs to do some work there and he asked me (and my mom) to accompany him. So, it's vacation time for me and my mother :)

This will be my second visit to Malaysia after Johor Bahru one-night stay last February. Really looking forward to it since all the good stuff in Malaysia is said to be available there, in its capital and largest city. From the Petronas Twin Towers to Jamek Mosque.


Several places that currently listed on my itenary including Petronas Twin Towers, KLCC, Masjid Jamek, Masjid Negara, Genting Island, Chinatown, Little India, etc. Hopefully I can visit them all :)

Hello World

Assalamu'alaikum,

Setelah sekian lama, akhirnya niat untuk bikin blog travel (lagi) ter-realisasi juga. Sebelumnya memang sudah pernah buat, tapi karena kurang istiqomah, situsnya jadi terbengkalai dan kini domainnya pun hilang ditelan gempita dunia maya...